Sudah banyak kesaksian yang mengungkap tentang aliran dana BI mengalir sampai jauh.
Keberanian KPK menyelesaikan kasus ini sampai ke akar-akarnya adalah mutlak diperlukan. Aroma tebang pilih dalam kasus aliran dana BI ini masih sangat kental terlihat. KPK seharusnya jangan terbenam dalam konsepsi himbauan atas ketidaktahuan masyarakat terhadap delik korupsi yang didengungkan beberapa saat lalu.
Otak pelaku, penikmat dan pengguna dana BI tersebut harusnya duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Prinsip keadilan bagi seluruh rakyat haruslah mampu terealisasi dengan jelas dan tanpa pandang bulu. Masyarakat sudah terlalu lelah menyaksikan drama penyelesaian kasus BLBI yang berlarut-larut ini. Dan terbukti sampai sekarang substansi kasus BLBI belum mampu diungkap dan dipidanakan. Padahal secara logika kalau pada saat pengajuan pinjaman ternyata jaminannya tidak mencover jumlah pinjamannya maka seyoqyanya pinjaman atau kredit tersebut tidak disetujui bagaimanapun penting dan perlunya kredit itu. Apraisal menilai jaminan kredit saat mana permohonan kredit diajukan, bukan? Bukan menunggu nilai jaminan itu dua atau lima tahun akan datang baru dilakukan penilaian nilai jualnya.
Kalau alat bukti sudah cukup, untuk apa menunggu waktu yang akan terbuang percuma. Penciptaan efek jera dari sebuah sanksi hukum dimulai dari bagaimana hukum itu dapat berjalan dan tegak sesuai dengan koridor yang berlaku. Hukum tidak mengenal kompromi tetapi bisa jadi hukum masih mempertimbangkan rasa kemanusiaan. Namun rasa kemanusiaan itu tentu tidak mengabaikan sendi-sendi hukum. Ikatan kekeluargaan, kuatnya dukungan moril seharusnya tidak menjadi halangan untuk hukum diterapkan.
Dalam kasus berbeda namun dalam lingkup yang sama yaitu penyuapan, korupsi. Kita telah mengetahui bagaimana kesaksian seseorang tentang adanya uang bermilyar-milyar yang diletakan dibalik buku dan kertas diatas meja seorang pejabat hukum. Bahkan dari kesaksian itu pula menyebutkan bahwa dana itu diduga digunakan untuk memperlancar kedudukannya sekarang sebagai seorang penegak hukum yang dikenal berani. Keberanian kalau dimulai dari hal yang kotor, maka suatu saat akan hilang juga karena dirinya pun tidak bersih pula.
KPK harus berani pula mengungkap kebenaran dugaan atas adanya permainan uang dalam proses seleksi pejabat di berbagai instansi baik yang dilakukan legislatif maupun yang ada di eksekutif. Bukti kasus suap terhadap jaksa BLBI menjadi salah satu fakta hukum bahwa kemampuan finansial mempunyai kekuatan dalam mengatur sebuah produk hukum. Kepandaian seseorang dalam ilmu hukum menjadikannya pelaku utama mencari celah keluar dari jeratan hukum. Jadilah hukum sebuah komoditas. Adanya anekdot bahwa untuk mengangkat sampah saja diperlukan dana adalah suatu hal yang sangat tragis dan tidak mewujudkan profesionalitas. Kalau sebuah jabatan didasari atas kemampuan dana, maka tidak mustahil cara itu melanggengkan model tipu menipu dan korupsi.
Dalam konteks ini kita tidak perlu membicarakan perlu tidaknya pesakitan koruptor pakai seragam khusus atau mau dinusakambangankan. Yang penting dilaksanakan dan mendesak diterapkan adalah bagaimana sistem hukum itu mampu mengungkap kebobrokan korupsi yang terjadi kapan dan dimana saja oleh siapa saja. KPK sebagai ujung tombak harapan rakyat haruslah mampu bersikap independen dan mandiri.
Kalau ada kemauan apapun dapat dilakukan.
Secara jelas masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan sebuah lembaga yang bernama KPK.